produksi kopi indonesia….hanya 60%

Produktivitas kopi di Indonesia masih rendah, yakni rata-rata sebesar 700 Kg/ha/tahun, atau baru mencapai 60% dari potensi produktivitasnya, kata Kasubdit Tanaman Teh dan Kopi Direktorat Budidaya Tanaman Rempah dan Penyegar, Direktorat Jenderal Perkebunan Departemen Pertanian, Nyoman Sudarsana, di Bandarlampung, Kamis (07/12).

Nyoman yang hadir pada Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Asosiasi Petani Kopi Indonesia (APEKI), di Lampung 5-7 Desember 2006, mengatakan, rendahnya tingkat produktivitas dan produksi kopi karena 96 persen diusahakan oleh perkebunan rakyat secara monokultur dan belum menerapkan kultur teknis sesuai anjuran.

“Kesadaran petani akan benih unggul bermutu masih rendah, tanaman kopi sudah tua atau rusak, dan meningkatnya serangan hama serta penyakit,” kata dia.

Di lain sisi, tegas Nyoman, sebagian besar komoditas kopi baru diolah dalam bentuk biji kopi kering, sedangkan pengolahan produk hilirnya belum dilakukan secara intensif.

Sehingga peluang untuk memperoleh nilai tambah serta penciptaan lapangan pekerjaan di perdesaan menjadi kurang optimal.

Sementara areal kopi di Indonesia hingga tahun 2005 tercatat seluas 1,3 juta hektare, terdiri atas areal kopi Robusta seluas 1,9 juta hektare (91,05%) dan kopi Arabika seluas 110 ribu hektare (8,95%).

Areal kopi tersebut diusahakan oleh perkebunan rakyat seluas 1,249 juta hektare (5,96%), perkebunan besar negara seluas 26.597 hektare (2,04%), dan perkebunan besar swasta seluas 25.892 hektare (1,98%).

Sedangkan posisi kopi Indonesia di dunia tahun 2005, berdasarkan luas areal berada pada urutan kedua setelah Brazil.

Berdasarkan jumlah produksi dan volume ekspor berada pada urutan keempat setelah Brazil, Vietnam, dan Kolumbia.

“Rata-rata tingkat produktivitas kopi di Vietnam sebesar 1.540 kg/ha/tahun, Kolumbia 1.220 kg/ha/tahun, dan Brazil 1.000 kg/ha/tahun,” kata dia.

Nyoman menambahkan, kopi jenis Robusta, lebih banyak ditanam di Lampung, Sumatera Selatan, dan Bengkulu.

Dari tiga provinsi tersebut menghasilkan sebanyak 48% kopi Robusta nasional. Sehingga ketiga daerah tersebut sering dijuluki dengan kawasan “segitiga emas kopi”.

Kepala Dinas Perkebunan Lampung, Tri Haryanto mengatakan, luas areal tanaman kopi di Lampung hingga tahun 2005 mencapai 166.810 hektare dengan produksi 143 ribu ton biji kopi kering.

Lampung, lanjut dia, telah memprogramkan “Provinsi Sebagai Etalase Kopi Nasional”.

Salah satu tujuannya adalah dalam rangka mengantisipasi perkembangan global dan mempertahankan serta meningkatkan eksistensi kopi Lampung khususnya, dan Indonesia umumnya

Tinggalkan Balasan