semua temen” nyang satu kelas ama aku tentutau ma bu lina
si mata dewa,si nenek lampir,entah apalah yang jelas kalo aku musti nyebutin “gelar”-nya pasti uangku akan terkuras untuk bayar warnet….
kesuburan tanah emang pelajaran yang paling menjemukan,entah itu dari materi ataupun si dosennya,byangpun tiap kali ada kesalahan kecil,slalu sindiran yang keluar dari mulut “berbisanya” kita sebagai mahasiswa katanya dituntut untuk dewasa (dikasi gas etilen katanya) tapi apa dengan seindiran dan kata-kata yang gag jelas itu bisa disebut tindakan dewasa,apa memeng sudah gag ada toleransi buat kita yang slalu terzolimi,,,,,
siapa sih mahasiswa yang ingin datang telat,siapa sih mahasiswa yang ingin dibenci dosen,siapa pula mahasiswa yang ingin dapat nilai D…..gag ada satupun dari kita……………………………………………………………
tanpa menafikkan apa yang ia telah berikan kepada “kita”….apa yang kita dapatkan dari dia…..
munkin percuma aku menulis disina karena “dia”pun taakan menyadari apa yang kita rasakan selama empat minggu ini…walopun akhirnya sekarang ia telah pergi,,,dengan tidak sepenuhnya tentunya,karena praktikum masih dibimbing olehnya…..
nb:maaf buat semua yang merasa tulisan ini terlalu kasar……